Selasa, 21 Maret 2017

REVOLUSI KOMUNIKASI - perkembangan teknologi komunikasi


TUGAS PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

“Revolusi Komunikasi”


  Oleh :
Putri Arsidah    : C1D113 204
Inggrit mersi Amanda   :C1D116048
Sutarni    : C1D116108
Mutawakkil    : C1D116150




FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017






REVOLUSI TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Pada era 1980an perkembangan teknologi komunikasi memulai perjalanan perubahan yang revolusioner. Transisi dari mekanik analog menjadi digital. Perubahan tersebut ditandai dengan mulai populernya penggunaan komputer oleh masyarakat untuk berbagai aplikasi. Semenjak itu, teknologi komputer semakin disempurnakan baik software maupun hardwarenya. Dari desktop computer berkembang menjadi laptop computer atau notebook dan netbook. Teknologi digital dan komputer ini kemudian makin berkembang terlebih setelah diterapkannya jaringan internet. Internet pertama kali diciptakan untuk jaringan komunikasi komputer–komputer di kampus-kampus di Amerika, lalu berkembang menjadi jaringan global. Sehingga dunia dapat menikmati keuntungan dari adanya internet, komputer semakin popular dan secara revolusioner mengubah cara hidup dan perilaku manusia
Tidak dinafikkan lagi, dewasa ini proses komunikasi manusia telah mengalami perubahan-perubahan yang fundamental. Komunikasi kini tidak sebatas kegiatan percakapan antara dua orang secara bertatap muka, namun telah berubah menjadi suatu proses komunikasi yang komplek yang mampu menghilangkan tapal batas ruang dan waktu, jumlah, kapasitas dan kecepatan.  Hal tersebut semata sebagai dampak dari perkembangan teknologi.
Banyak sekali perubahan yang terjadi di bidang komunikasi. Dimulai dari bentuk komunikasi yang sederhana sampai pada komunikasi elektronik.Perubahan yang cepat terutama pada abad 20 ini oleh sejumlah ahli dikatakan sebagai revolusi komunikasi. Perubahan ini ada yang terjadi secara pelan-pelan, ada pula yang terjadi secara drastis akibat pertentangan antara satu ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan yang baru, atau pertentangan antara teori yang lama yang digantikan dengan penemuan teori baru dalam pengetahuan. Paradigma lama dari suatu teori atau ilmu pengetahuan dianggap tidak sesuai lagi bahkan dianggap salah lantas kemudian digantikan dengan paradigma yang baru yang lebih diterima.
Perkembangan yang terjadi dengan cepat di bidang komunikasi yang disebut revolusi komunikasi ini, ditandai oleh perubahan yang sangat cepat yang didorong oleh adanya berbagai penemuan di bidang teknologi, sehingga apa yang dulu merupakan kendala dalam kegiatan komunikasi, sekarang sudah terbuka lebar.


Revolusi komunikasi muncul dengan didorong kemajuan teknologi yang menawarkan berbagai sumber informasi dan komunikasi yang luas.  Oleh karena itu, manusia tidak akan pernah tahu dengan pasti bagaimana bentuk akhir dari gerak perubahan ini.  Namun yang pasti, bentuk tersebut nantinya akan berbeda dari apa yang ada selama ini.
Revolusi komunikasi sendiri adalah salah satu dari beberapa revolusi yang juga terjadi di berbagai bidang, sebut saja di antaranya, revolusi industri, revolusi politik, revolusi pendidikan, dan revolusi pertanian.
Perkembangan revolusi komunikasi ini memang sangat luar biasa.  Namun di sisi lain, revolusi komunikasi yang berkaitan dengan teknologi tentu saja akan membawa dampak positif dan juga negatif ke dalam struktur masyarakat.  Dampak negatif yang muncul diantaranya seperti sikap ketergantungan kepada aplikasi teknoogi dalam setiap aktivitas masyarakat.
Oleh karena itu, yang paling dikhawatirkan adalah, seandainya revolusi terus terjadi, maka akan terdapat asumsi di masyarakat bahwa lapangan pekerjaan akan berkurang karena teknologi dapat menggantikan posisi manusia sebagai pekerja sekaligus menghandle semua pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia, dan tentunya lebih baik dan lebih cepat.
Selain itu, adanya revolusi komunikasi akan menimbulkan kelas sosial baru dalam struktur maupun strata sosial masyarakat.  Kelas sosial tersebut misalnya dalam dunia pekerjaan dimana terdapat dikotomi antara pekerja yang menguasai teknologi (hi-tech) dan mana yang gagap terhadap teknologi.

Makna Revolusi Komunikasi
Kata revolusi bukan merupakan istilah baru dalam kehidupan manusia. Bahkan, hampir setiap individu memahaminya secara pasti. Sederhananya, revolusi berarti perubahan. Dalam artian perubahan yang sangat signifikan. Tidak hanya merubah bentuk, namun juga merubah fungsi dan karakteristiknya.
Secara umum Revolusi adalah perubahan dari sosial maupun budaya yang berlangsung cepat dan melibatkan poin utama dari dasar atau kehidupan masyarakat. Dalam revolusi perubahan dapat direncanakan atau tidak direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan.
Menurut Wijoya nitosastro revolusi adalh proses trensformasi total dari dari kehidupan tradisional bersama-sama teknologi yang baik (era modern).
Senada dengan Wijoyo, Wibert E. Moore  mendefenisikan revolusi sebagai transformasi total kehidupan bersama dalam bidang teknologi dan organisasi sosial ke arah yang lebih stabil.
Sedangkan Komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu “Communicare” artinya memberitahukan atau menjadi milik bersama. Komunikasi merupakan suatu proses pemindahan dan penerimaan lambang-lambang yang mangandung makna.
Menurut Harorl D. Lasswell Komunikasi pada dasarnya adalah suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa.Dengan hasil atau akibat apa.
Selain itu Raymond Ross mendefenisikan komunikasi adalah menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu penerima pesan membangkitkan respons/makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
Sedangkan Bernard Berelson dan Gary A. Steiner mendefenisikan  komunikasi ialah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan lain sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafik, figur dan lain sebagainya, tindakan atau proses transmisi itulah yang disebut dengan komunikasi.
Sehingga Menurut Dissayanake, revolusi komunikasi pada hakekatnya merupakan peledakan (eksplosi) teknologi komunikasi. Hal ini bisa dilihat dengan meningkatnya penggunaan satelit, mikroprosesor, komputer dan pelayanan radio tingkat tinggi.
Revolusi komunikasi ini menurut Mirabito dan Morgensten dalam bukunya The New Communications Technologies: Applications, Policy, and Impact menjelaskan bahwa revolusi komunikasi adalah gabungan antara revolusi dan evolusi. Singkatnya revolusi komunikasi merupakan perpaduan antara munculnya teknologi yang baru dan peningkatan teknologi yang lama.
Karenanya, revolusi merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia. Adapun bentuk revolusi yang paling revolusionir di dunia adalah perubahan teknologi. Sebut saja perubahan telepon selular (handphone) yang dahulunya sebesar batu bata hingga sekecil kotak korek api.
Atas nama revolusi jugalah yang menjadikan khayalan tentang sebuah gambar bergerak terwujudkan melalui kehadiran televisi. Atau imaji manusia tentang komunikasi jarak jauh yang tetap terasa dekat yang disediakan teknologi bernama media baru, yakni internet.
Sebagai contoh revolusi komunikasi adalah teknologi PC terkini yang bisa menghasilkan karya multimedia yang menarik. Optical disk kini bias menampung data yang sangat banyak, serta satelit yang memudahkan komunikasi antarpribadi.
         Salah satu konsep yang menyebabkan adanya perubahan teknologi komunikasi saat ini adalah sistem komunikasi. Sistem konunikasi tidak hanya terbatas mengenai pertukaran sistem informasi. Namun juga termasuk alat komunikasi yang kita gunakan, aplikasinya, serta implikasi yang muncul dari proses produksi, manipulasi, dan pertukaran informasi.
Dengan adanya sistem informasi maka manusia mulai terbiasa menggunakan komputer untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya terbentuklah masyarakat yang berbasis pada informasi (information society). Masyarakat informasi ini membentuk pekerjaan baru seperti web designer yang dapat menggunakan jaringan internet untuk mengambil informasi dari database computer.
         Namun tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi baru informasi dan komunikasi ini memiliki pengaruh pada struktur sosial masyarakat. Teknologi ini menyebabkan ketergantungan terhadap teknologi informasi dan komunikasi. Masyarakat mulai mengalami dehumanisasi karena pasar dibankiri oleh komputer dan dikontrol oleh sistem komputer.
Revolusi yang terjadi dalam biadng ilmu komunikasi bukan hanya terjadi pada teori ilmu komunikasi, tetapi juga terjadi pada teknologi komunikasi. Teknologi komunikasi yang dimaksud disini adalah penggunaan teknologi sebagi media dalam komunikasi manusia. Penggunaan teknologi sebagai komunikasi manusia ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan-perkembangan dari ilmu pengetahuan yang lainnya. Perkembnagan teknologi itu kemudian dapat dipahami dari berbagai sudut.

Penyebab dan Konsekuensi Revolusi Komunikasi
Sekaitan dengan penyebab dan dampak dari revolusi komunikasi, hingga kini masih menjadi perdebatan hangat dikalangan publik mengingat revolusi komunikasi tidak memiliki penyebab dan dampak tunggal, melainkan sangat kompleks.
Revolusi komunikasi didasarkan pada pengembangan teknologi cetak dan produksi barang-barang cetak yang hingga sekarang telah berkembang mencapai era new media. Akibatnya, terjadi perkembangan besar-besaran dalam proses penyampaian informasi.
Mengenai perkembangan secara besar-besaran ini, John Killinger, seorang Profesor Homiletik di Vanderbit Divinity School, Nashville, Tenesse Amerika Serikat berpendapat, “Dunia telah berubah menjadi desa dunia. Manusia hidup dengan televisi, video tape, alat perekam, komputer, kamera, proyektor, mesin cetak, mesin fotocopy – segala perpanjangan mekanis dari diri manusia. Lebih dari yang lain …. alat-alat ini telah mengubah zaman dimana kita hidup,”
Revolusi komunikasi menyebabkan meluasnya informasi ke segala arah. Proses penyampaian informasi pun berbeda dari masyarakat tradisional yang harus melakukan interaksi antara satu orang ke orang lain secara langsung, namun kini, proses penyebaran informasi dilakukan melalui media publik atau media massa.  Publik itu sendiri adalah sejumlah orang yang terekspose kepada rangsangan yang sama dan memiliki kesamaan, bahkan tanpa berinteraksi satu sama lainnya.
Media massa memudahkan interaksi sosial untuk kesamaan budaya informasi dan orientasi fakta dan nilai-nilai bisa diketahui tanpa interaksi antar manusia. Keyakinan sebagian orang yang dinilai sebagai hal yang nyata dan bernilai sekarang bisa dikontrol dari kejauhan, terpisah dan di luar dari mereka yang meyakininya.
Secara historis, publik terdiri dari orang-orang yang terbiasa mendapatkan sejumlah berita dan orientasi dari media massa umum yang mengandung informasi dan orientasi beragam yang disebarkan oleh para pengusaha dan perusahaan.
Revolusi komunikasi juga berdampak terhadap media massa, baik dari isi berita maupun tata cara (metode) penyampaiannya.  Perusahaan media yang dulunya kokoh bisa menjadi limbung akibat terpaan revolusi itu.
Joseph Schumpeter, seorang ekonomi dari Jerman mengatakan, tidak ada perusahaan yang bisa secara konstan memakai cara-cara lama atau terus mengejar tujuan-tujuan lama.  Jika manajemen tetap pada bisnis rutin, maka akan tiba saatnya perusahaan itu tidak mampu membayar bunga kredit, bahkan menutup biaya penyusutan peralatan kerja.
Maksud dari pernyataan tersebut adalah, tidak ada yang abadi dalam perusahaan. Perubahan akan selalu terjadi baik berupa kemajuan maupun kemerosotan. Sebab alamiah kematian (kebangkrutan) menurutnya adalah kegagalan berinovasi.
Dengan demikian, maka perubahan alat-alat komunikasi berlangsung begitu cepat.  Dalam bentuk teknologi audio-visual misalnya, belum usai masyarakat mengagumi televisi, hadir video compact disc (VCD) player yang bisa memutar film kapan saja.
Buku yang dulu dicetak halaman demi halaman kini bisa dibuat langsung dalam bentuk buku melalui mesin pencetak yang terkoneksi secara langsung dengan komputer.  Foto atau fim tiga dimensi pun sudah berkembang pesat sehingga memperluas cakupan manfaat dan potensi penggunaan perangkat audio-visual tersebut.
Ada banyak faktor dan penyebab yang membuat kemajuan teknologi begitu cepat yang pada akhirnya mendorong ke arah revolusi komunikasi, antara lain karena konsumen (masyarakat) menginginkan sesegera mungkin untuk menyingkirkan produk lama dan sesegera mungkin pula untuk memiliki produk baru yang lebih menarik.
Sebagai contoh, begitu kamera digital hadir, masyarakat pun berbondong-bondong membelinya dan menyingkirkan kamera analog yang dulu dibelinya dengan harga mahal.
Dengan demikian, maka dukungan pasar menjadikan kemajuan teknologi elektronik dan berbagai produknya kian pesat.  Selain itu, meningkatnya kebutuhan akan informasi membuat manusia berpikir untuk mencari cara agar hidup mereka lebih praktis. Pemikiran-pemikiran tersebut itulah yang pada akhirnya mendorong kemajuan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), yang pada akhirnya akan mengarah pada ranah revolusi teknologi komunikasi.
Konsekuensi Sosial Teknologi Komunikasi
Salah satu cara untuk melihat pengaruh teknologi komunikasi pada kehidupan sosial adalah, melihat konsekuensi sosial pemakaian teknologi komunikasi. Konsekuensi sosial dengan dampak sosial pemakaian teknologi komunikasi memiliki makna yang berbeda. Konsekuensi sosial adalah akibat sosial sebagai kelanjutan logis sebuah keadaan atau pemakaian dan sudah disadari akan terjadi. Sedangkan dampak sosial adalah keadaan sosial sebagai hasil pembenturan  dua keadaan yang tidak disadari. Dengan demikian, perbedaan konsekuensi sosial dan dampak sosial adalah pada unsur logis dan kesadaran. Konsekuensi sosial mengandung unsur logis dan kesadaran, sedangkan dampak sosial tidak megandung unsur logis dan kesadaran.
Konsekuensi sosial teknologi komunikasi bisa dilihat pada perubahan hubungan individu dengan individu, individu dengan komunitas, individu dengan lembaga sosial (seperti kelurahan, kecamatan, kabupaten propinsi dan negara), individu dengan media massa, komunitas dan media massa, komunitas dengan lembaga sosial, tentu saja setelah pemakaian teknologi komunikasi.
Keinginan untuk berubah tersebut, sesungguhnya, tidak pernah direncanakan oleh seorang pemakai teknologi komunikasi. Hanya saja dia memperoleh makna dari pengalamannya menggunakan teknologi komunikasi tersebut. Makna itu sendiri kemudian direkonstruksikannya ke dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan demikian, perubahan hubungan yang terjadi seolah-olah datang begitu saja. Sehubungan dengan kenyataan di atas terdapat dua jenis konsekuensi sosial teknologi komunikasi yang penting, yaitu:
Perubahan Hubungan Sosial
Jika hubungan antara dua komponen masyarakat berubah, katakanlah antara seorang individu dan individu lain karena pemakaian teknologi komunikasi, maka sudah terjadi konsekuensi sosial. Bisa saja perubahan itu berawal dari sense dia mengenai orang lain. Tetapi, pada saat seorang individu mulai memikirkan sensenya tentang orang lain, menurut Steven G. Jones, sesungguhnya dia juga mernikirkan sense dia tentang siapa dirinya, siapa dirinya di antara orang-orang lain dan ingin menjadi apa dirinya (1998:2). Kalau sudah begini, perubahan hubungan sosial tersebut berasal dari konstruksi seorang individu tentang, individu lain.
Kenyataan di atas akan menjadi sangat jelas bila dikaitkan dengan pemakaian komputer dalam masyarakat. Seperti telah diketahui komputer memiliki kedudukan sebagai pembentuk media baru. Media baru, yang nota bene membutuhkan komputer tersebut, menjadi alat untuk berkomunikasi. Tidak heran bila orang menyebutnya sebagai Computer-Mediated Communication (CMC). CMC ini bisa meningkatkan kemampuan seorang individu dalam mendengar dan melihat. orang-orang yang memakai CMC inilah kelak yang membentuk cybersociety. Tanpa CMC tidak mungkin ada cyhersociety. Bila dalam masyarakat biasa setiap individu hidup bersama-sama secara fisik dalam sebuah daerah tertentu, maka setiap individu di dalam cybersociety tidak harus hidup dalam sebuah kawasan tertentu. Bisa saja individu yang tergabung di dalamnya tidak pernah bertemu secara fisik dan hidup di daerah yang berbeda-beda. Mereka terhubungkan karena sama-sama menggunakan on-line communication.

Transformasi Sosial.
Munculnya masyarakat informasi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (i) informasi menjadi senjata strategis; (ii) pemilihan. informasi menjadi dasar konflik antara pernerintah dan pengusaha; (iii) informasi tidak lagi gratis; (iv) semua informasi yang bernilai tinggi akan tersimpan dalam bentuk digital; (v) pustaka akan dipenuhi oleh buku-buku pintar elektronik; (vii) konsep manusia tentang privacy, security dan pemilikan berubah; (viii) pertukaran informasi meruntuhkan batas-batas budaya dan wilayah; (ix) konflik akan terjadi antara pemakai dan manajemen sistem informasi; dan (x) orang-orang yang menjadi "spesialis informasi" akan menjadi sangat berkuasa (Dalam Tanduklangi, 1993:127). Tetapi, sebuah masyarakat tidak bisa disebut masyarakat informasi kalau masyarakat tersebut tidak terbuka. Salah satu pendorong lahirnya masyarakat terbuka adalah pemakaian teknologi komunikasi. Ini terasa logis, sebab pemakaian teknologi komunikasi mempengaruhi struktur masyarakat. Nilai yang dibawa oleh teknologi akan sanggup menggoyahkan struktur masyarakat yang lama.
Transformasi sosial lainnya adalah terdapatnya orientasi kerja manusia yang semula pada otot berubah berorientasi pada otak, sehingga perbedaan gender dalam kerja semakin sempit. Pergeseran pola hidup secara umum. Pola hidup manusia akan sangat tergantung kepada komputer yang menggambarkan besarnya keterlibatan teknologi informasi dalam hidup manusia. Dampak ini akan terus berlanjut hingga produk-produk yang dikelola komputer menjadi produk yang cerdas (smart produc ).
Konsekuensi Kultural Teknologi Komunikasi
Untuk memahami makna konsekuensi kultural teknologi komunikasi, perlu diungkap pengertian cultural lebih dulu. Kultural berasal dari kata cultural, yang dalam Bahasa Inggris berarti having to do with culture (berkaitan dengan budaya). Jadi, tidak berlebihan bila kultural diartikan sebagai kebudayaan. Atas dasar pemikiran di atas, konsekuensi cultural pemakaian teknologi komunikasi dilihat pada karakter yang dimiliki lembaga sosial, sistem pengetahuan, perilaku keseharian individu dan komunitas, sistern nilai dan norma dalam masyarakat berubah, sebagai kelanjutan logis pemakaian teknologi komunikasi, maka sudah terjadi konsekuensi kultural. Sebaliknya, bila karakter lembaga sosial, sistem pengetahuan, perilaku keseharian individu dan komunitas, sistem nilai dan norma dalam masyarakat, sebagai kelanjutan logis pemakaian teknologi komunikasi, tidak berubah; maka tidak ada konsekuensi kultural pemakaian teknologi komunikasi.
Bila kita menengok kenyataan, misalnya pada perilaku orang-orang yang suka mengakses internet, temyata mereka sadar bahwa kadang-kadang mereka "berurusan" dengan apa yang disebut realitas maya (virtual reality). Realitas maya sendiri sperti yang ditulis Mark Slouka, merujuk pada lingkungan yang “menyelubungi” atau “menghidupkan secara sensual”. Yang dimasuki individu dengan cara menghubungkan dirinya ke komputer (1999:38). Dengan kata lain, orang-orang yang suka mengakses internet sadar bahwa komputer menciptakan ilusi untuk mereka. Tetapi, tidak banyak yang bisa membedakan ilusi tersebut dengan dunia nyata. Akibatnya, mereka merasa senang menghadapinya. Bisa saja tawaran yang diajukan dunia semu itu sejalan dengan kebutuhan individu yang mengakses internet. Bisa saja tawaran dunia semu tersebut sesuai dengan keinginan individu untuk menciptakan identitas baru buat dirinya. Yang jelas, jaringan internet telah menawarkan bentuk komunitas baru, yaitu komunitas maya (virtual community). Dalam konteks komunikasi setidaknya ada dua konsekuensi cultural yang paling menonjol yaitu :
Perubahan Sistem Nilai dan Norma
Jika diibaratkan pengembara maka orang-orang yang mengakses internet akan banyak melakukan perjalanan, banyak melihat dan tentu sja banyak memperoleh komunikasi. Semua pengalaman itu, tentu saja akan mengubah pandangan mereka serta niai dan norma yang selama ini mereka anut. Bukan mustahil mereka akan mengadopsi nilai-nilai profesionallisme yang mengutamakan prinsi kepakaran, otortas, otonomi, autentitas dan integritas. Bukan mustahil pula mereka tidak menyukai lagi solidaritas komunal. Kalau ini yang terjadi, sesungguhnya perubahan sistem nilai itu baik untuk kemajuan masyarakat secara keseluruhan. Artinya, nilai-nilai yang diadopsi adalah nilai yang bermanfaat untuk membangun kebudayaan industrial. Tetapi bukan mustahil yang terjadi adalah, orang-orang yang mengakses internet tidak peduli lagi dengan tatanan moral, sistem nilai dan sistem norma yang telah disepakati berpuluh-puluh tahun. Mereka hanyut dalam pengembaraan mereka dan menabrak apa saja yang mereka anggap menghambat tujuan mereka. Mereka merasa tidak peduli lagi dengan segala aturan yang ada. Bila melihat kenyataan di negara-negara maju, kita tentu mengerti bahwa perubahan yang terjadi pada orang-orang yang mengakses internet adalah perubahan moral dan kemanusiaan. Orang tidak peduli lagi dengan moral yang  selama ini dijunjung tinggi. Orang juga tidak peduli dengan nilai kemanusiaan orang lain. Sudah begitu, orang lebih percaya pada isu daripada informasi, lebih percaya pada rumor ketimbang kebenaran. Pergeseran nilai yang nampak ekstrim adalah kemudahan pengguna untuk menjelajahi situs-situs porno atau situs-situs cabul yang banyak bertebaran di internet dan bebas sensor karena internet dianggap tidak memiliki aturan dan kejelasan hukum dalam penggunaannya.
Penyerahan Sebagian Otoritas Diri pada Teknologi Komunikasi
Bila dicermati maka orang-orang yang mengakses teknologi komunikasi informasi akan meluangkan waktu yang banyak dan biaya yang mahal untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Meski telah terpuaskan oleh informasi yang didapat kecenderungannya orang-orang tersebut akan terus mencari dan mencari informasi memalui internet. Disinilah kondisi penyerahan diri pada teknologi terjadi akibanya Keasyikan dalam menggunakan internet menjadikan semacam kecanduan yang mau tidak mau membawa ke arah pengeluaran keuangan yang lebih. Selain itu penggunaan internet memunculkan trend centre gaya hidup dengan penambahan pengetahuan dari media internet Orang tidak dianggap eksis bila tidak memiliki e-mail atau bergabung dalam komunitas virtual seperti friendster atau blogger. Lembaga tidak dianggap eksis bila tidak memiliki website atau situs resmi.

Selain itu, juga terdapat dampak atau konsekuensi lain dari revolusi komunikasi, di antaranya :
Sumber informasi dan hiburan bagi masyarakat akan jauh lebih banyak dan beragam, sehingga akan melipatgandakan kompetisi. Karenanya, tiap media harus bekerja ekstra keras untuk memeroleh banyak khalayak, dan sedapat mungkin menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi.
Komunikasi tidak hanya berlangsung dari orang ke orang atau dari orang ke media, namun juga terjadi antara mesin dengan mesin. Komputer canggih bisa berkomunikasi sendiri satu sama lain.
Khalayak menjadi terfragmentasi. Tidak ada lagi orang yang hanya menjadi khalayak bagi satu jenis media saja.
Jenis-jenis media, seperti buku, koran, majalah, radio, film, dan televisi kini tidak lagi berdiri sendiri.  Televisi misalnya, juga telah menyediakan jasa teleteks yang berfungsi seperti koran. Sedangkan koran kini sering memberikan suplemen cukup tebal tentang suatu topik sehingga fungsinya menyerupai buku.
Pudarnya pemilahan antara komunikasi individual dan komunikasi massa. Di satu sisi, teknologi memungkinkan penggunaan produk komunikasi massa secara individual, atau disesuaikan dengan selera individual. Di sisi lain, hal itu menjadikan komunikasi personal sebagai komunikasi publik.
Media-media berjalan beriringan.  Media cetak tradisional tidak akan hilang oleh munculnya teknologi baru. Sebagai contoh, masih eksisnya (bahkan bertambah) peminat novel, buku, dan  majalah, meskipun telah muncul media baru dengan segala kemudahan akses yang ditawarkannya.  Keistimewaan media cetak antara lain, saat pembaca tidak tahu apa yang ingin dibacanya, namun ia akan menemukannya setelah membolak-balik korannya. Selama manusia masih mempunyai keingintahuan intelektual, kebiasaan itu tidak akan hilang, dan perlu waktu lama bagi sistem informasi otomatis untuk menggantikannya.
Membuka jalan globalisasi.  Artinya, keberadaan teknologi baru memiliki peluang besar untuk menyebarkan budaya-budaya luar, yang akhirnya melahirkan suatu budaya baru akibat akulturasi.  Hal ini merupakan ancaman serius bagi budaya nasional yang perlahan dapat terkikis atau bahkan hilang sama sekali.

Implikasi Revolusi Teknologi Komunikasi dan Masa Depan Media
Frances Cairncross dalam bukunya “The Death of Distance” mengemukakan, perkembangan teknologi membawa manusia ke dalam beberapa hal, misalnya jarak menjadi tidak berarti, begitu pula dengan makna lokasi atau teritorial.
Teknologi memungkinkan manusia untuk saling berhubungan, dimanapun dan kapanpun, seolah-olah mereka tengah duduk berdampingan, tidak dipisahkan oleh jarak dan lokasi.  Bahkan, seiring perkembangan teknologi komunikasi rumah pun bisa disulap menjadi kantor, karena materi pekerjaan bisa dikirim melalui internet dan dikerjakan di rumah.
Ini menunjukkan bahwa dewasa ini telah terjadi banjir informasi dan komunikasi, mobilitas persebaran informasi sangat tinggi, sebab perkembangan teknologi berarti jangkauan komunikasi bersifat global, meski peran lokal tetap ada. Selain itu, terjadi pula proliferasi gagasan dan wacana, lenyapnya privasi, dan sebagainya.
Perkembangan teknologi berarti ada saatnya suatu teknologi mati untuk kemudian digantikan dengan teknologi yang baru, dan media-media komunikasi yang lama beradaptasi atau beralih bentuk ke media baru, dalam hal ini media online.
Selain itu, media-media alternatif terus bermunculan seiring perkembangan tenologi di bidang komunikasi, yang pada akhirnya akan menyebabkan disrupsi keahlian dan muncul berbagai profesi di bidang komunikasi.
Kuatnya dukungan pemasang iklan serta khalayak akan memunculkan media baru yang mengalami proliferasi, dimana media memiliki spesialisasi dan tersegmentasikan.  Artinya, beberapa media biasanya ditujukan untuk kalangan atau kelompok tertentu, seperti untuk usia balita, untuk wanita dewasa diatas 25 tahun, dan sebagainya.  Misalnya saja majalah musik atau majalah khusus pertanian.
Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi globalisasi media, yang berarti adanya waralaba dan kepemilikan media. Globalisasi media berimbas pada globalisasi nilai dan isi dari media itu sendiri. Hal ini kemudian berujung pada perilaku komunikasi global baru seperti peredaran clips via bluetooth., yang pada akhirnya akan menempatkan dunia menjadi “global village”, yakni sebuah desa global yang besar sekali, seakan-akan tidak ada batas-batas teritorial antara satu negara dengan negara lainnya.
Selain media online, perkembangan teknologi komunikasi juga memengaruhi perkembangan media audio. Teknologi inilah yang lazim disebut radio. Terdapat beberap jenis (bentuk) radio, yaitu radio satelit, high definition radio, internet radio (e-Radio), podcasting, dan streaming radio.
Tiga bentuk yang terakhir merupakan bentuk yang paling mutakhir. E-Radio berarti siaran radio melalui internet (webcasting), bisa berupa somulcast dengan atau tanpa stasiun radio.  Podcasting adalah siaran yang dibuat untuk didownload.  Jaringan media radio bisa berupa peer-to-peer sehingga mudah untuk saling berbagi informasi.
Film atau video juga merupakan media komunikasi yang tidak terlepas dari sentuhan revolusionir.   Jika dulu orang berkomunikasi dengan pertunjukan drama, maka sekarang ada film dan (kemudian) video.
Kendati cara konvensional masih tidak ditinggalkan, namun film merupakan hasil konfrontasi teknologi analog seluloid versus teknologi digital dalam semua tahap produksi, distribusi dan eksibisi, termasuk persoalan hak cipta dan pengamanan (anti-piracy).
Masalahnya adalah, perubahan perangkat analog ke digital telah menimbulkan persoalan-persoalan baru yang biasanya bersifat teknis. Sebagai solusinya, pengguna teknologi mengawinkan keduanya, seperti menggunakan teknologi Blu-Ray dan HD-DVD secara bersamaan pada video game console Xbox 360 dan LG.
Saluran pengiriman video online pun berkembang dengan baik. Teknologi seperti video portal dan web video store sudah tidak asing lagi di jaman sekarang. Bahkan, kemajuan teknologi memungkinkan adanya batas pemutaran, yang berarti sebuah film atau rekaman adio-visual tidak dapat didownload ke DVD dan akan terhapus dengan sendirinya dalam batas waktu atau rentang pemutaran.
Perkembangan teknologi video dan film tidak berhenti sampai di sana, industri pembuatan film dan video mendapat saingan baru yaitu user-generated video (online) seperti MySpace, YouTube, dan sebagainya. Munculnya perangkat pemutar video baru, misalnya iPod, mempermudah penggunanya untuk bisa menonton film kapanpun dan dimanapun.
Televisi siaran merupakan media komunikasi yang paling kentara terkena imbas dari revolusi teknologi. Berkembangnya televisi siaran yang sangat didominasi oleh industri media dan jaringan televisi, menyebabkan keseragaman muatan, trend dan genre yang dominan, yang pada akhirnya akan membawa kejenuhan tersendiri bagi para pemirsanya.
Karenanya, kehadiran tv cable dengan berbagai macam variasi saluran yang melayani kebutuhan masyarakat dengan berbagai macam bidang yang khusus menjadi solusi untuk mengatasi kejenuhan tersebut. Namun nyatanya, alternatif ini membawa tuntutan baru bagi produser dan pelaku industri media, di antaranya perlu penambahan saluran berlipat ganda untuk aneka kekhususan, dan kualitas siaran yang harus lebih baik dan digital dengan mutu boadband.
Media buku pun tidak lepas dari perkembangan teknologi. Dewasa ini hadir yang namanya teknologi buku genggam. Dengan segmen profesi, akademik dan pasar massa, buku genggam ini praktis dan hemat, bisa memuat ratusan judul buku dengan fitur-fitur seperti kamus interaktif, bookmarking, instant search, note-taking, cross referencing, bahkan font adjusment.
Dengan teknologi ini, orang tidak lagi harus membawa berjudul-judul buku tebal kemana-mana yang kurang efisien. Dengan sebuah buku genggam, seseorang bisa dengan mudah memilih judul buku yang diinginkan (yang disimpan dalam memori) dan membacanya kapanpun dan dimanapun. Bahkan, kini beredar kitab suci Al Quran dengan bentuk buku genggam.
Berkembangnya industri komunikasi berartiberkenbangnya industri periklanan. Tolak ukur lama (rating) dinilai semu dan tidak mencerminkan tindak lanjut sasaran. Media tidak lagi bersifat massa karena khalayak kini bersifat highly segmented, terspesialisasi, aktif secara individual, dan global.
Proliferasi bentuk dan jumlah media tidak tertangani dan tidak terpantau atau terikuti oleh sistem iklan lama. Sistem baru internet mampu mengikuti dan menelusuri tiap langkah orang-orang, dan iklan dikuasai oleh search engine akuisi doubleclick, Akamai.
Namun demikian, konglomerat iklan dan media lama masih belum kalah karena mereka sudah memiliki ‘nama’ dan tempat di hati pengguna media.
Segala perkembangan teknologi di bidang komunikasi dan informasi ini tentunya membawa tantangan bagi etika dan hukum. Internet misalnya, karena terlalu bebas dan mudah diakses dan diisi oleh siapapun, pada akhirnya menjadi lepas kontrol. Situs-situs melakukan berbagai blokade tertentu. Lagi-lagi terjadi user-generated media dan poliferasi media, saluran, dan isi.
Pada akhirnya, liberalisasi media dan informasi sudah menjadi user-generated media yang lepas kendali dan tanpa-kendala. Semua orang bebas bersuara mengenai semua hal, dan bebas melakukan apapun yang diinginkan, tak mempersoalkan apakah bertentangan dengan norma maupun tata susila yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat.
Revolusi teknologi yang mengimbas pada perubahan bentuk komunikasi pada akhirnya akan memberikan dua konsekuensi logis, positif dan negatif. Negatif dalam artian, semakin berkembang teknologi yang ada, maka setiap pekerjaan yangs eharusnya dikerjakan oleh tangan manusia kini cukup dikerjakan oleh satu tombol digital.
Selain itu, keharusan manusia untuk menulis dan membaca dalam upaya memeroleh informasi dan pengetahuan, kini cukup dengan menontonnya di televisi dan atau mendengarkannya di radio. Inilah dampak krusial dari revolusi teknologi, manusia menjadi pemalas
Pada umumnya setiap orang kini merasakan sendiri betapa hebatnya perkembangan sistem komunikasi modoern yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari.  Kemajuan yang dicapai dimedia cetak, televisi komputr, dan kemudian apa yang dikenal sebagai sluran multi media telah menyajikan serangkaian pelayanan informasi yang tak terbayangkan sebelumnya.semua dari itu adalah prodak dari revolusi informasi yang bersumber dari kemajuan yang dicapai dalam bidang teknologi  elektronika, komputer, dan telekomunikasi. Teknologi yang semakin canggih membuat manusia semakin mudah untuk melakukan apa saja. Banyaknya informasi yang diterima masyarakat membuat mereka menjadi kebingungan.
Munculnnya media baru seperti blog, membuat media lama kurang diminati masyarakat lagi. Khususnya masyarakat Amerika yang kini menganggap  tv sebagai media tradisonal.  Media baru seperti inilah yang menimbulkan gejala globalisasi dimana globalisasi inilah produk dari revolusi komunikasi itu sendiri. Masyarakat dibelahan dunia lain mampu mengetahui perkembangan dan  memndapat pengaruh dengan waktu yang tidak lama. Ha ini dikatakan mudah karena saluan untuk itu  telah tersedia, dan biaya yang dibutuhkan pun dapat dijangkau sehingga penyebaran informasi dapat berlangsung secapat kilat.
Secara global Implikasi revolusi teknologi komunikasi adalah sebagai berikut:
Dalam bidang tenaga kerja terjadi otomasi besar-besaran menyebabkan pengangguran yang disebabkan oleh komputerisasi
 Pendidikan Mudahnya akan akses informasi dimana saja dan kapan saja
 Moral Kekerasan dalam tayangan televisi memberikan dampak khusus pada anak-anak sehingga mereka menjadi agresif
Politik Untuk kampanye politik, media khususnya televisi bisa menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
 Ekonomi Munculnya e-banking, e-commerce, e-money, belanja lewat internet, reservasi tiket pesawat dan hotel.
Global Negara-negara super power dan Eropa akan mendominasi sumber informasi, tetapi akan menekan negara-negara lain di bidang ekonomi, militer, politik, dan budaya. Negara-negara dunia ketiga akan tunduk dengan terpaksa dalam menghadapi rekayasa informasi yang sering menyudutkan negara-negara berkembangan.
Sosial Teknologi komunikasi digunakan sebagian orang untuk menyelesaikan konflik dan membahas tentang berita-berita yang kurang baik (bad news)

Masa depan media dalam revolusi komunikasi juga dipengaruhi disini. Perkembangan media massa sudah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu, semenjak manusia sudah mengenal tulisan. Dengan  adanya tulisan maka muncullah seorang penulis atau pembuaat buku, sehingga muncullah media-media massa. Media massa membantu dalam kehidupan sosial masyrakat dan membuat orang lebih mudah untuk mendapatkan informasi di dalam kehidupan kita. Media massa mulai berkembang sekitar tahun 3300 SM, ketika itu bangsa mesir masihmenyempurnakan huruf hieroglif. Sistem penulisan ini dibuat berdasarkan konsep pada simbol. Selanjutnya pada tahun 1500 SM, bangsa semit menyusun huruf dengan konsonan. Setelah itu sekitar 800 SM huruf vokal dimasukkan ke dalam alfabet oleh bangsa Yunani. Perkembangan teknologi menyebabkan munculnya beragam penggunaan bahasa sesuai dengan media yang digunakan. Teknologi informasi menjadi babak baru tata dunia dan perkembangan komunikasi manusia. Revolusi komunikasi ini apabila diurutkan dapat dimulai dari tahap pralisan, lisan, tulisan, cetakan, media massa, cybernetic hingga media elektronik.
Media massa merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui media massa yang semakin banyak berkembang memungkinkan informasi menyebar dengan mudah di masyarakat. Informasi dalam bentuk apapun dapat disebarluaskan dengan mudah dan cepat sehingga mempengaruhi cara pandang, gaya hidup, serta budaya suatu bangsa. Arus informasi yang cepat menyebabkan kita tidak mampu untuk menyaring pesan yang datang. Akibatnya tanpa sadar informasi tersebut sedikit demi sedikit telah mempengaruhi pola tingkah laku dan budaya dalam masyarakat. Kebudayaan yang sudah lama ada dan menjadi tolak ukur masyarakat dalam berperilaku kini hampir hilang dan lepas dari perhatian masyarakat. Akibatnya, semakin lama perubahan-perubahan sosial di masyarakat mulai terangkat ke permukaan.
Pada era modern seperti saat ini, banyak sekali macam perangkat alat yang dapat menunjang komunikasi. Banyak teknologi komunikasi yang berkembang dengan cepat dengan dukungan teknologi saat ini.Contohnya saja media komunikasi yang berperan dalam kehidupan manusia, seperti internet, handphone maupun gadget seperti smartphone dan sebagainya. Hal ini juga berdampak pada media massa contohnya saja media cetak, pada masa lalu media cetak seperti surat kabar, majalah ataupun buku proses percetakannya memakan waktu yang lama dan menggunakan alat yang begitu besar dan proses percetakannya pun tidak bisa dilakukan secara jarak jauh. Dangan revolusi teeknologi komunikasi dan informasi media cetak dapat dibuat denga cepat, mudah dan prosesnya pun bisa dilakukan jarak jauh. Contohnya surat kabar sekarang dapat dicetak jarak jauh, memiliki visualisasi lebih menarik, dan banyak font hurufnya dibandinngkan dengan pada masa lalu.
Seiring berkembang nya teknologi komunikasi dan informasi, maka terbentuk lah Media baru seperti Cyber Media. Media ini memanfaatkan jaringan internet untuk menyebarkan informasi dengan mudah dan cepat atau biasa di sebut dengan media online. Dengan media online siapa saja dapat mengetahui suatu informasi dengan sangat mudah, dengan menggunakan handphone yang sudah memiliki jaringan internet, seseorang dapat membaca suatu berita dengan handphone/gadget yg dia miliki tanpa harus repot-repot membeli surat kabar koran. Media online tersebut dapat diakses dimanapun asalkan dapat terhubung keinternet, hal tersebut yg membuat kebanyakan orang pada era sekarang ini sudah mulai banyak yg beralih ke media online karena lebih praktis dan mudah.
Walaupun perkembangan teknologi tersebut sangat positif, tetapi juga memiliki pengaruh buruk terhadap penggunanya. Pengaruh buruknya adalah kebiasaan yang banyak berubah karena kemudahan tersebut. Kebudayaan interaksi yang juga bisa didapat dalam internet, bahkan kapanpun dan dimanapun sedikit banyak memberikan dampak sosial. Karena hubungan sosial tersebut dapat dilakukan tanpa harus tatap muka, pergeseran budaya lainnya yang terjadi adalah gaya hidup, contohnya cara belanja, hampir semua barang sekarang dapat dibeli secara online, yaitu dengan memberikan contoh gambar barang yang sebenarnya dengan menyertakan keterangan singkat. Pola hidup dan kebiasaan yang berubah ini sebenarnya bukanlah hal yang harus dikhawatirkan selama para pengguna internet dapat bijaksana menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Kesimpulan yang dapat diambil ialah, walaupun zaman sudah sangat maju dan dimana mana orang sudah menggunakan teknologi yg modern. Tetapi jangan sampai kemudahan yang di berikan oleh kemajuan teknologi tersebut, membuat kita malas - malasan dan tidak ber sosial dengan orang lain. Membuat diri kita terbelakang dalam hal berinteraksi dengan sesama, maka dari itu gunakanlah kemajuan teknologi sewajarnya dan seperlunya saja ,jangan berlebihan dalam menggunakannya karena tidak akan bagus untuk kehidupan kita.


Penulis :mutawakkil
Editor   :sutarni
Salam kelompok 1











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunikasi Pariwisata sebagai Penunjang PAD SULTRA

Komunikasi Pariwisata Sebagai Media Promosi Dalam Penunjang Pendapatan Asli Daerah Sulawesi Tenggara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BE...