Pengertian Media Humas (Public Relation)
Media Humas (PR Media) adalah segala bentuk media (sarana/saluran/channel) yang digunakan praktisi humas dalam pekerjaannya dengan tujuan publikasi yang luas agar produk atau jasa yang humas pasarkan lebih dikenal oleh masyarakat. Media humas bersifat lebih kepada publikasi dan komunikasi. Media komunikasi yang penting digunakan humas adalah dalam kemitraannya dengan media pers (cetak atau elektronik) --dikenal dengan media relations (hubungan media) atau press relations (hubungan pers).
Philip Lesly (1991:7) memberikan definisi MediaRelations sebagai hubungan dengan mediakomunikasi untuk melakukan publisitas ataumerespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.
Yosal Iriantara (2005:32) mengartikan Media Relations merupakan bagian dari Public Relations eksternalyang membina dan mengembangkan hubungan baikdengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan public untuk mencapai tujuan organisasi.
Berdasarkan beberapa defenisi di atas, dapat disimpulkan pengertian Media Relations adalah relasi yang dibangundan dikembangkan dengan media untuk menjangkau public guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan
Fungsi Media Relation
1. Dapat meningkatkan citra perusahaan
2. Meningkatkan kepercayaan public
terhadapa produk dan jasa yangditawarkan oleh perusahaan
3. Meningkatkan pnit of selling dari produk dan jasa
4. Membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis
5. Meningkatkan relasi dari beragam public, seperti terhadap lembaga pemerintah, perusahaan-
perusahaan, organisasi kemasyarakatan, maupun individu.
perusahaan, organisasi kemasyarakatan, maupun individu.
Tujuan Media Humas
1. Promosi& tingkatkan pemasaran
2. Komunikasi berkesinambungan
3. Tingkatkan kepercayaan public
4. Tingkatkan citra perusahaan/organisasi
Jenis Media Humas
1. Media Cetak (jurnal inhouse, surat kabar, majalah, dll)
2. Online Media (website, blog, media sosial, email, dll)
3. Broadcasting Media (radio, televisi, dll)
4. Special Event (seminar, workshops..dll)
5. Outdoor Media - Media Luar Ruang (spanduk, papan reklame, poster, dll)
Pemilihan Media Humas
1. Radio
Keunggulan:
• penyampaian gagasan sederhana dan langsung
• teks luwes (mudah dikoreksi)
• punya publik khusus
Kelemahan:
• dialog dan materi kurang variasi
• fakta tak bisa dibeberkan lengkap
• melelahkan (suara dan waktu terbatas)
• hanya bisa didengarkan sekali.
2. Siaran televise
Keunggulan :
• jangkau masyarakat luas
• audio visual
Kelemahan :
• biaya mahal
• komunikasi satu arah
• siaran cepat, daya beli mahal
3. Surat kabar
Keunggulan :
• menjangkau semua lapisan masyarakat
• murah
Kelemahan:
• penyampaian berita tergantung penulis (isi sudah benar? mudah dimengerti dan dicerna awam? dll)
4. Media Online:
Keunggulan :
• Trending, terutama media sosial dan blog
• menjangkau seluruh lapisan masyarakat
• menjangkau seluruh dunia (internasional)
• dapat diakses kapan dan di mana saja, terdokumentasi.
Kelemahan :
• butuh akses internet
• SDM bidang media online masih terbatas
• butuh keterampilan khusus mengelola & menulis di media online (internet).*
Media public relation (PR) yang di luar atau yang tidak dibuat oleh PR, lebih dikenal dengan istilah commercial press (pers atau media komersial) atau disebut pula media massa umum,baik dalam bentuk cetak (surat kabar umum dan majalah umum) maupun elektronik (radio siaran dan televise siaran). Media komersial ini merupakan mitra bagi PR karena melalui media ini PR memperoleh publisitas atau lebih dikenal, baik perusahaan maupun produk/jasanya. Sementara media massa melihat PR sebagai sumber berita atau informasi bagi media tersebut.
Media public relation (PR) yang di luar atau yang tidak dibuat oleh PR, lebih dikenal dengan istilah commercial press (pers atau media komersial) atau disebut pula media massa umum,baik dalam bentuk cetak (surat kabar umum dan majalah umum) maupun elektronik (radio siaran dan televise siaran). Media komersial ini merupakan mitra bagi PR karena melalui media ini PR memperoleh publisitas atau lebih dikenal, baik perusahaan maupun produk/jasanya. Sementara media massa melihat PR sebagai sumber berita atau informasi bagi media tersebut.
Berdasarkan perkembangan saat ini, kini media massa tersebut (surat kabar umum, majalah umum, radio siaran, dan televise siaran) sudah masuk kategori media massa konvensional atau tradisional. Setelah berkembangnya internet, muncul media online ( newspaper online, magazine online, digital radio, digital television).
Media massa konvensional berbeda dengan media massa kontemporer. Dalam operasionalnya, media konvensional memerlukan sebuah studio yang lengkap dengan pemancar yang menjulang tinggi yang pemasangan frekuenzinya harus memiliki izin dari pemerintah. Sedangkan media massa kontemporer tidak memerlukan frekuenzi siaran karena sistemnya mirip telepon seluler.
Perkembangan media online turut melahirkan media sosial atau media jejaring dalam web, blog, facebook, dan twitter. Media ini tidak dikategorikan media massa online, tetapi lebih kepada media sosial online karena pengaruh dari media ini memiliki kekuatan sosial yang dapat membentuk dan mengubah opini public dalam masyarakat sehingga media sosial ini perlu menjadi perhatian bagi mereka yang bergelut di dunia PR.
Surat Kabar Umum
Pada zaman Kaisar Romawi sudah memiliki surat kabar umum yang dinamakan The Acta Diurna (berisikan tentang berbagai peristiwa setiap harinya), ditulis pada lempengan tanah liat, ditempelkan didinding setelah pertemuan anggota senat. Surat kabar yang ada sekarang ini berawal pada abad ke-17 di Eropa. Corantos, surat kabar lembaran berita satu halaman tentang peristiwa-peristiwa khusus, yang dicetak dalam Bahasa Inggris di Belanda pada tahun 1920 dan di impor ke Inggris oleh British bookseller( penerbit buku Inggris Raya) yang melayani permintaan public tentang informasi mengenai kejadia-kejadian di daratan Eropa (Baran, 2004:103).
Pada zaman Kaisar Romawi sudah memiliki surat kabar umum yang dinamakan The Acta Diurna (berisikan tentang berbagai peristiwa setiap harinya), ditulis pada lempengan tanah liat, ditempelkan didinding setelah pertemuan anggota senat. Surat kabar yang ada sekarang ini berawal pada abad ke-17 di Eropa. Corantos, surat kabar lembaran berita satu halaman tentang peristiwa-peristiwa khusus, yang dicetak dalam Bahasa Inggris di Belanda pada tahun 1920 dan di impor ke Inggris oleh British bookseller( penerbit buku Inggris Raya) yang melayani permintaan public tentang informasi mengenai kejadia-kejadian di daratan Eropa (Baran, 2004:103).
Para pembaca menggunakan surat kabar umum (Baran, 2004:110) :
1. untuk memperoleh informasi tentang dan interupsi hubungan public
2. sebagai alat kehidupan sehari-hari
3. untuk santai dan pelarian
4. untuk prestise dan gengsi
5. untuk kontak sosial
Bentuk-bentuk surat kabar umum, yakni:
1. national daily newspapers(surat kabar harian nasional)
2. large metropolitan dailies (surat kabar harian metropolitan)
3. suburban and small town dailies (harian pinggiran kota dan kota kecil)
4. weeklies and semiweeklies (mingguan dan semi mingguan)
Newspaper Online
Berkembangnya teknologi komunikasi dalam bentu internet telah melahirkan apa yang disebut media online atau media kontemporer. Newspaper online adalah media kontemporer yang operasionalnya melalui jalur internet. Di Indonesia dikenal dengan newspaper online yang dikelola oleh surat kabar harian seperti, kompas, media Indonesia, republika, dan suara pembaruan.
Magazine Online
Magazine online sama dengan newspaper online, hanya pengelolaannya dilakukan oleh sebuah penerbitan majalah, seperti majalah Tempo, majalah gatra, majalah SWA, majalah kosmopolite, majalah gadis menyediakan tayangan online.
Media Yang Dibuat Public Relation
Media yang dibuat PR adalah media untuk kalangan terbatas, bukan untuk umum seperti media massa umum. Media yang yang dibuat oleh PR seringkali disebut dengan istilah private publications (publikasi dibuat sendiri), seperti house journal(majalah atau surat kabar perusahaan), annual report(laporan tahunan), company profile(profil perusahaan), proposal, selebaran/brosur, biliboard cetak dan elektronik.
House journal
House journal adalah media korporat atau media perusahaan yang diterbitkan untuk kalangan terbatas dan tidak diperjualbelikan, seperti halnya media massa. House journal memiliki berbagai nama seperti house organt (penerbitan internal), employee newspaper(surat kabar karyawan), dan company newspaper(surat kabar perusahaan). Di Indonesia disebut majalah intern. Dengan kata lain, majalah itu diterbitkan khusus untuk kalangan terbatas (Jefkins, dalam Soemirat dan Ardianto. 2008:21).
Seiring dengan perkembangan house journal, juga semakin pesatnya kemajuan dibidang ekonomi dan industry, termasuk semakin meningkatnya penduduk yang melek huruf latin dan semakin tingginya pendidikan manusia Indonesia, house jurnal di Indonesia dianggap sebagai media alternative dalam melakukan komunikasi dialogis antara lembaga, perusahaan atau organisasi dengan publiknya. Terdapat lima bentuk 5 house jurnal:
1. the sales bulletin
2. the magazine
3. the newspaper
4. the newsletter
5. the wall newspaper
Adapun bentu baru house journal ada 4, yaitu:
1. house journal audio
2. house journal video
3. house journal video perusahaan
4. Koran elektronik
Annual report
Annual report(laporan tahunan) sangat penting dan luas cakupan bacaannya, dan sebagai publikasi yang sangat mahal yang dibuat oleh devisi PR/humas sebuah perusahaan atau organisasi. Laporan tahunan ini diperuntukan bagi public pemangku kepentingan atau public terkait(stakeholder), seperti para pemenang saham (stockholders atau shareholders), para pemilik perusahaan (owners), investor(pemilik saham dipasar modal), pialanh, broker,makelar atau “calo” investor, analis pasar modal, media atau wartawan peliput berita dipasar modal.
Unsur-unsur laporan tahunan, yaitu :
Unsur-unsur laporan tahunan, yaitu :
1. Laporan keuangan priode dua tahun sebelumnya
2. Ringkasan analis operasional manajemen lima tahun yang lalu
3. Informasi bursa saham dan dividend priode dua tahun kebelakang
4. Penjelasan singkat tentang kegiatan bisnis
5. Suplemen akunting keuangan.
Diperusahaan besar, penulis laporan tahunan menjadi tugas public relations department (bagian humas) atau bisa menyewa perusahaan jasa konsultan humas. Laporan ini dibuat oleh perusahaan dengan format dan gaya sendiri, yang disesuaikan dengan corporate identity (identitas perusahaan).
Company Profile(Profil Perusahaan)
Company profile(CP) adalah gambaran tertulis tentang sebagian fakta perusahaan yang disajikan secara resmi. Sebagian fakta karena perusahaan dapat memilih dan membatasi pada hal-hal yang ingin disajikan ke luar(Kasali, 1994:191).
Company profile dapat digunakn untuk menanamkan citra lewat bahasa tulisan dan gambar. Filosofi, moto atau sistem nilai perusahaan disampaikan secara tertulis karena orang memerlukan perenungan untuk menafsirkannya.
Ruang lingkup isi company profile(Kasali, 1994:194-195) yaitu:
1. Kata pengantar direktur utama dan atau komisaris utama
2. Deskripsi latar belakang perusahaan
3. Deskripsi produk dan jasa utama yang ditawarkan oleh perusahaan beserta jangkauan pasarya
4. Filosofi, moto dan nilai yang dianut perusahaan
5. Filosofi dalam bentuk mission statetment
6. Tanggung jawab sosial perusahaan(CSR) terhadap lingkungannya
7. Gabaran kesehatan perusahaan
Company profile adalah salah satu alat membangun citra dan reputasi perusahaan. Company profile tertulis mempunyai kelebihan :
1. Pihak yang berkepetingan dapat merfleksikan perasaanya ketika membaca company profile
2. Dapat berfungsi sebagi bahan rujukan ( bahan referensi)
3. Dapat mempersingkat waktu transaksi
4. Menunjukan karakter atau kepribadian perusahaan
5. Memberikan pemahaman yang benar bagi pihak yang berkepentingan
Advertorial Atau Pariwara
Seorang PRO (public relation officer) atau pejabat PR, tidak hanya mampu menulis news release, press release, broadcast realese, feuture, artikel, dan tajuk rencana, tetapi ia juga harus mampu menulis advertorial atau pariwara (Soemirat dan Ardianto. 2008:72). Kata “pariwara” merupakan gabungan antara iklan dan editorial, di, dimana iklan mempromosikan sesuatu, sedangkan editorial membentuk opini. Jadi gabungan ini memberikan dukungan yang kuat untuk membentuk opini public, terutama membentuk citra dan reputasi produk/jasa serta perusahaan (diadaptasi dari hubarat, dalam Soemirat dan Ardianto 2008:72).
Jenis-jenis pariwara, diantaranya:
1. Pariwara obat-obatan
2. Pariwara profil perusahaan
3. Pariwara PTN dan PTS
4. Pariwara produk atau jasa baru
5. Pariwara ulang tahun sebuah Negara
6. Pariwara pengobatan alternative, dsb
Brochure/Brosur/Selebaran
Brosuchure atau brosur/selebaran digunakan untuk menciptakan perhatian, pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab, dan memberrikan sumber informasi lebih jauh. Bahkan brosur digunakan pula sebagai bagian dari sebuah kampanye persuasif . brosur bersifat persuasif dalam melengkapi media mix (media gabungan) yang lebih besar. Brosur juga dapat digunakan dalam pameran buku sebagai literature, juga sebagai komponen sebuah press kits atau media kits, serta bagian paket surat-surat langsung. Format brosur bisa dalam bentuk booklet(buku saku) atau pamphlet atau poster (Bivins, 2005:198).
Untuk membuat sebuah brosur, sebelumnya diperlukan perencanaan terlebih dahulu. Berikut ini beberapa langka yang perlu dilakukan:
1. Mengenali khalayak sasaran
2. Menentukan format
3. Menetukan posisi brosur
4. Memutuskan panjang tulisan
Artikel ini ditulis sebagai bentuk pemenuhan tugas kuliah penulis, dan dikutip dari berbagai referensi dan juga buku-buku yang terkait. Semoga bermanfaan buat para readers🙏
Kata kunci
#publicrelation #humas #mediahumas
#mediaPR #produksimediapublicrelation
Tidak ada komentar:
Posting Komentar